Kamis, 28 Februari 2013

Rahasia Dibalik Lambang Coca-Cola Dan Pepsi

Assalamualaikum, wahai para hamba Allah yang beriman, kali ini saya akan memposting sebuah rahasia dibalik sebuah minuman yang terkenal, eh.. taunya KAFIR Level EXTREME sape hina islam segala lihat aja pembahasan dibawah ini





1. Coca Cola
Coca Cola siapa yang tidak kenal dengan minuman yang satu ini. Minuman yang didirikan pada tahun 1886 ini dan didirikan oleh John S. Pemberton. Minuman yang merupakan campuran sirup karamel dan soda ini sudah menjadi bagian dari minuman dari orang-orang di berbagai belahan dunia. minuman yang saya rasa, rasanya tidak terlalu buruk ini mempunyai berbagai dampak buruk bagi kesehatan. tapi yang akan saya bahas di sini bukanlah tentang hal itu, melainkan tentang kontroversi di balik logo coca cola tersebut. Ada apa di balik logo Coca Cola tersebut....? Pentingkah itu bagi Indonesia yang notabene sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam....?. Berikut pembahasanya.

















ini adalah hasil logo setelah dibalik dan di hadapkan kecermin dan terlihatkah oleh anda terlihat tulisan bahasa Arab samar-samar yang jika di baca adalah La Muhammad La Makkah, yang jika diartikan berarti tidak ada Muhammad tidak ada Makkah. Pertanyaanya sekarang adalah, Apa maksud mereka di balik logo Coca Cola ini..? Dan Masihkah anda mau mengkonsumsi minuman yang jelas-jelas menentang Nabi Muhammad SAW, dan menentang tempat suci umat Islam Yaitu Mekkah..?.

Memang sampai sekarang jawaban dari pertanyaan tersebut di atas masih belum jelas, namun sekali lagi saya bertanya anda kepada anda masih maukah anda untuk mengkonsumsi minuman yang jelas-jelas menentang agama kita...? Innalillahi....

2.Pepsi

Untuk kali ini langsung saja ke pembahasanya.
Institut Riset Media Timur Tengah (MEMRI) telah merilis pernyataan berbahasa Inggris yang diberikan oleh seorang pemuka Islam di Mesir bulan Februari yang lalu, dimana dia jabarkan bahwa PEPSI sebenarnya adalah kepanjangan dari "Pay Every Penny to Save Israel" atau "Sumbangkan setiap penny untuk menyelamatkan Israel."
Selain itu, seorang anggota parlemen organisasi Hamas di Gaza juga mengeluarkan pernyataan sama tentang hal tersebut tahun lalu. Berbicara dalam stasiun TV Al-Aqsha, anggota perlemen Salem Salamah menyatakan, "Ada berbagai perusahaan yang didirikan oleh para kolonialis dan pendudukan – berbagai perusahaan besar dengan banyak cabang diseluruh penjuru dunia, seperti Pepsi, Pepsi Cola. Ini adalah perusahaan terkemuka. Pepsi adalah kepanjangan dari Pay Every Penny to Save Israel."
Baru-baru ini juga, seorang pemuka Mesir Hazem Abu Ismail mengeluarkan pernyataan yang sama. Berbicara didepan Al Nas TV – sebuah kanal religius Muslim- Abu Ismail menyerukan sebuah boikot dari kaum Muslim terhadap Pepsi karena kepanjangannya tersebut.
Secara spesifik, Hazem Abu Ismail menyatakan sebagai berikut, berdasarkan transkrip sama yang diberikan oleh MEMRI, Institut Riset Media Timur Tengah yang berbasis di Washington:
Huruf P pertama berarti "Pay" (Berikan), E untuk "Every" (Setiap). Huruf ketiga untuk "Penny". Penny adalah koin kecil yang anda terima dan anda tak tahu apa yang akan anda lakukan dengannya. Berikan itu untuk "Menyelamatkan" I – "Israel". Dengan kata lain, berikan setiap koin kecil yang anda terima untuk menyelamatkan Israel. Mereka tak ingin uang anda – mereka hanya ingin koin pecahan kecil, penny anda. Bila saya tidak salah, dalam ekonomi Amerika, penny adalah seperseribu dolar. Nilainya kecil sekali.
Mereka mengatakan, "Sumbangkan pecahan kecil yang tidak anda butuhkan, tetapi berikanlah dengan alasan yang benar. Bila anda mengumpulkan pecahan kecil ini, anda bisa membeli minuman ini." Mereka mengambil masing-masing kata awalan dan membentuk kata "Pepsi". Bila anda membayar (untuk membeli Pepsi), anda akan menyelamatkan Israel. 

Ini artinya apabila anda membeli sebuah pepsi, berarti anda telah menyumbangkan sedikit uang anda kepada israel untuk membantu mereka membangun negaranya. Wallahu'alam bishowab (di sarikan dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar